THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 17 Juli 2009

Tertutup oleh bunga yang lain


Dalam waktu 3 hari saja
Dapat tersisa 2 mimpi
1 cinta
Dan tertutup oleh bunga yang lain

Dalam gelap hatiku bersanding dengan air mata
Dalam terang hatiku bersanding dengan tawa
Memang...
Hanya tawa yang ku harapkan untuk meresap air mata
Menghilangkan semua hampa dan duka

Tertawa dan tertawa...

Terurai rambut ikal ku
Karena pikiranku tidak menyatu
Membisu...
Terikat oleh pilihan yang amat sangat berat dan pilu

Terjebak dalam suatu jawaban yang tidak bisa ku tuju
Hanya bisa menunduk tak bisa menatap langit yang biru
Duduk dan mendengar suara merdu dari sebuah lagu
Berharap dia mengerti dan bersandar di sampingku

Tetapi itu mustahil
Hasilnya pun nihil

Sekarang aku berusaha mencari diriku yang dulu
Walaupun sudah tertutup oleh debu
Akan ku tiup bersama benalu
Dan menutupnya dengan senyum sayup

Sabtu, 11 Juli 2009

Sendiri menitih sedih


Hidup ku tertumpuk oleh salju
Hari ku terpenuhi dengan batu
Tersesat tiada jalan yang ku tuju
Pahit perih sedih kesal yg ku rasakan skarang ini

Tiada pernah orang mengerti kepada ku
Bahwa isi dari buku biru itu adalah usahaku
Usahaku menjalani hari dari matahari terbit hingga tenggelam
Hingga burung pun berhenti bernyayi

Sekarang aku sendiri menitih sedih
Menampung semua amarah dan dengki yang melingkari hati ku ini
Terpendam cacimaki di selukbeluk hati ini
Tak akan terhapus walaupun besi panas menusuk ku sampai mati


Hingga kapan mereka berhenti melontarkan cacimaki nya kepada ku ?
Sampai aku membisu dan memecahkan gendang telinga ku ?
Haruskah begitu?
Atau haruskah aku menendang pintu dan lari dari kenyataan ini ?

Mereka merasa puas karena telah menghancurkan masa - masa indah ku
Merobek semua jiwa dan raga ku
Tiada lagi hembusan angin yang mewarnai hidupku
Hingga aku terjatuh lumpuh karena waktu terus berlalu

Hidup bersama cinta



Dunia ini dapat berhenti jika matahari hancur berkeping - keping
Jantungpun dapat berhenti jika km membuat dunia mimpiku gelap
Tetapi cinta tak akan berhenti walaupun kamu hancur seperti titik - titik serbuk
Karena km selalu ada di sampingku disaat aku layu dan sayu

Sempat aku tidak mau membuka mata ini
Tetapi kamu datang dengan memberikan seberkas cahaya putih yg menyinari mata ku ini
Tetapi entah kenapa cahaya hitamku ini tetap berselimut di tubuh ku
Membutakan semua janji - janji ku hingga kamu pun pergi tanpa janji yg pasti

Bersama alam menempuh malam hinggak kelam aku menjalani hidup ini sendiri
Rantingpun mengelilingi dan mengikat tubuh ku ini dan membuat ku terdiam membisu
Mengapa yg hanya ada di dalam pikiran dan mimpiku adalah kamu
Helaian rambut mu pun masih membayangi tangan ku

Hanya km yg dapat membuat ku berjalan kembali di kehidupanku yg kelam ini
Atau mungkin akan menjadi cerah jika bendungan di mata ku ini terhapus dengan senyum mu
Senyum dan tawa mu dapat membuat ku berjalan di atas ribuan paku yg tertanam di atas kayu
Memang sangat sakit sama seperti berjalan di atas selembar kertas putih yg bertulis jalan hidup ku